JKT48 akhirnya sukses menggelar event Janken Competition pertama mereka pada 19 Agustus. Hanya saja, kompetisi suit ini harus diiringi oleh kontroversi terkait dugaan “diskriminasi” terhadap dua member, Jessica Vania (Jeje) dan Rissanda Putri Tuarissa (Sanda).

Kontroversi ini bermula saat Jeje tidak dapat berpartisipasi dalam event Janken karena alasan studi. Sebelumnya, JKT48 Operation Team (JOT) sama sekali tidak memberi pemberitahuan terkait hal ini. Yang membuat fans makin bingung, Jeje ternyata mengirimkan sepupunya yang bernama Michelle untuk mewakili dirinya bertanding Janken.

michelle
Michelle bertanding melawan Celine di Penyisihan Grup C | jawapos.com

Uniknya, Michelle yang masih SD ini lah yang justru sukses mengantarkan Jeje menembus Top 16. Ia berhasil menyingkirkan Trainee Tan Zhi Hui Celine dan Syahfira Angela Team T di Grup C. Namun masuknya Jeje ke jajaran Senbatsu LOVE TRIP justru semakin diperdebatkan. Beberapa fans mempertanyakan sah atau tidaknya kemenangan Jeje yang diwakilkan oleh Michelle.

Selain Jeje, event Janken semalam juga tidak dihadiri oleh Sanda, Kandidat Trainee dari Generasi 5. Hanya selang sehari sebelum event, JOT mengumumkan ketidakikutsertaan Sanda lantaran alasan kesehatan. Namun berbeda dengan Jeje, Sanda ternyata tidak memiliki seseorang untuk datang mewakilinya. Hal inilah yang kemudian membuat JOT dituding telah berbuat tidak adil terhadap Sanda.

Setelah dihujani kritik, Santi Andria selaku perwakilan dari JOT akhirnya memberi klarifikasi melalui Jawa Pos. Ia menjelaskan bahwa tindakan Jeje untuk mengirim perwakilan bukanlah sebuah pelanggaran karena hal tersebut memang diperbolehkan. JOT sendiri mengaku tidak ingin mencabut partisipasi Jeje dalam Janken karena mereka tidak ingin mengecewakan fans.

“Jadi, biar aman ada saudaranya yang mewakilkan Jeje untuk Janken,” kata Santi.

Terkait Sanda, Santi mengatakan bahwa member yang berstatus Kandidat Trainee belum bisa diwakilkan layaknya member Team. Terlebih lagi, Sanda juga sempat harus dirawat di rumah sakit. Manajemen pun harus mempertimbangkan apakah kondisi kesehatan Sanda akan memungkinkan jika nanti ia lolos Senbatsu.

Sumber: Jawa Pos

hosting indonesia