Pemerintah Hiroshima mengajukan protes terhadap Niantic Inc selaku produsen game Pokemon GO. Protes tersebut dilayangkan lantaran mereka menolak game augmented reality itu menggunakan Taman Monumen Perdamaian Hiroshima sebagai lokasi untuk bermain game.

Taman Monumen Perdamaian Hiroshima sejatinya ditujukan untuk mengenang para korban bom atom 1945. Namun taman tersebut kini justru dipadati untuk bermain Pokemon.

Pemerintah kota meminta agar Niantic menghapus Pokestop, Gym atau lokasi virtual lainnya dari taman menjelang peringatan ledakan bom atom pada 6 Agustus mendatang. Sementara itu, Niantic akan menggelar diskusi tertutup terkait masalah ini.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima sebelumnya juga telah mengajukan protes serupa. Mereka meminta agar lokasi PLTN yang memiliki tingkat radio aktif tinggi dihapus dari Pokemon GO.

Sementara itu, sejak dirilis pada 22 Juli, kepolisian Jepang telah menerima sejumlah laporan terkait Pokemon GO.

Sumber: JapanToday

hosting indonesia