Seorang pengguna Twitter di Jepang, @mayumayuchim, menceritakan pengalaman tentang bullying di sekolah dasarnya. Ironisnya, pengguna Twitter yang kini berusia 19 tahun itu mengungkap bagaimana gurunya justru menutup mata pada masalah bullying yang terjadi di kelasnya.

@mayumayuchim menjelaskan, “Saat kelas lima, kami mendapat pelajaran etika. Setelah menonton sebuah video tentang bullying, guru kami meminta kami untuk menutup mata dan menundukkan kepala di meja. Ia lalu berkata, ‘Jika ada yang berpikir bahwa seseorang di kelas kita di-bully, silahkan angkat tangan kalian.’”

Ia lalu berkata, “Baiklah, aku senang melihat tidak ada bullying di kelas kita,” meskipun saat itu aku telah mengangkat tangan.”

Itu adalah saat dimana aku berhenti percaya pada sekolahku.”

Setelah mengetahui cerita ini, netizen yang geram terhadap sikap sang guru berkomentar, “Lalu kenapa dia perlu meminta murid-murid mengangkat tangan mereka?”

Sumber: RocketNews24

hosting indonesia