Para remaja di Ukiha, Prefektur Fukuoka, baru saja mendapat kesempatan mengikuti pemilihan lokal. Dalam sejarah Jepang, ini merupakan pertama kalinya warga berusia 18-19 tahun mendapat hak politik untuk memberi suara dalam pemilihan.

Pemilihan wali kota Ukiha digelar pada 3 Juli. Dalam pemilihan kali ini, Wali Kota Norio Takaki berhadapan dengan pesaingnya, Shigemi Takenaga, seorang mantan guru sekolah dasar. Kedua kandidat ini sama-sama berasal dari jalur independen.

Yang tidak kalah menarik, ini merupakan pemilihan wali kota pertama yang digelar oleh Ukiha dalam kurun waktu satu dekade. Selama 11 tahun terakhir, Ukiha tidak pernah mengadakan pemilihan wali kota lantaran tidak adanya kontestan.

Ukiha berada di wilayah tenggara Fukuoka. Kota ini memiliki populasi sekitar 30,000 jiwa. Total 25,626 penduduknya adalah pemegang hak suara, termasuk 600 remaja.

Pekan depan, seluruh remaja minimal 18 tahun juga akan mendapat kesempatan untuk memilih member Upper House (Majelis Tinggi). Kampanye untuk pemilihan Majelis Tinggi telah dimulai pada 22 Juni dan akan ditentukan melalui voting nasional pada 10 Juli.

Kebijakan pemotongan usia pemilih dari minimal 20 menjadi 18 tahun diberlakukan pada 19 Juni melalui revisi Public Office Election Law.

Sumber: The Japan Times

hosting indonesia