Berbekal kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan kehidupan sosial, artis Rika Sueyoshi mengajak seluruh masyarakat Jepang untuk menerapkan prinsip “ethical consumerism” saat berbelanja. Inti dari promosi yang digalakannya adalah agar masyarakat lebih mendukung produk-produk ramah lingkungan yang dibuat oleh pekerja yang haknya telah dilindungi.

Rika Sueyoshi telah mendirikan Ethical Association di Tokyo pada musim gugur tahun lalu. Ia juga menggelar berbagai acara dan workshop untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap berbagai isu sosial dan lingkungan, termasuk “fair trade” (sebuah gerakan internasional yang bertujuan untuk melindungi pekerja di negara berkembang melalui perdagangan berbasis harga yang adil).

Demi menekan biaya ekspor yang tinggi, beberapa perusahaan menggunakan tenaga kerja berupah rendah di negara-negara miskin atau berkembang. Tanpa disadari, beberapa produk yang kita gunakan mungkin saja dibuat oleh buruh, termasuk anak-anak, yang dipekerjakan secara tidak adil. Produk berharga selangit yang kita beli mungkin tanpa kita ketahui ternyata dibuat oleh buruh yang tidak diberi upah secara layak. Kepedulian terhadap hal seperti inilah yang ingin dikampanyekan Rika Sueyoshi kepada para konsumen.

artis rika sueyoshi 1
ethicaljapan.org

Tidak hanya sekedar berkampanye, Rika Sueyoshi dalam keseharian juga menerapkan pola hidup sebagai konsumen “etis”. Setelah menyadari fakta adanya orang-orang yang bekerja di lingkungan dan upah yang buruk, ia mulai meninggalkan barang-barang bermerek yang dulu disukainya. Kini, sebelum membeli sebuah barang, ia mengaku memikirkan dari mana dan siapa yang membuat barang tersebut. Saat ini, ia lebih banyak memakai pakaian dari nenek dan bahkan buyutnya yang telah dipermak ulang.

artis rika sueyoshi 3
japantoday.com

Selain masalah hak pekerja, Rika Sueyoshi juga menekankan pada pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Sebelum menyaksikan sendiri dampak dari perubahan iklim, ia dulu adalah seseorang yang hanya memikirkan dirinya sendiri ketika akan membeli sebuah barang bermerek mahal.

Upaya Rika Sueyoshi untuk mempromosikan ethical consumerism ini tidak lantas terjadi begitu saja. Ia mengaku semua ini bermula dari pengalamannya saat mendaki Gunung Kilimanjaro di Tanzania, Afrika pada 2004 untuk sebuah acara televisi. Rika Sueyoshi saat itu mengetahui bahwa 90% dari lapisan es di puncak gunung tersebut telah mencair, dan bahwa orang-orang disana khawatir jika persediaan air dari gunung akan habis.

Sebagai bagian dari kampanye, Rika Sueyoshi menyarankan agar masyarakat mulai menggunakan produk lokal. Menurutnya, produk lokal memiliki biaya distribusi yang rendah dan efek terhadap lingkungan yang lebih kecil.

Sumber: JapanToday

hosting indonesia