Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan melakukan kunjungan ke Hiroshima pada 27 Mei mendatang. Minggu, 22 Mei, Barack Obama menjelaskan bahwa ia akan memanfaatkan momen kedatangannya ke Hiroshima untuk memperkuat hubungan antara AS dan Jepang. Kunjungan Barack Obama ke Hiroshima ini sekaligus menandai sejarahnya sebagai presiden pertama AS yang bertandang ke kota yang sempat hancur karena bom atom tersebut.

Selama berkunjung ke Hiroshima, Barack Obama akan didampingi oleh Perdana Menteri Shinzo Abe. Selain untuk memperkuat hubungan AS dan Jepang yang sempat memanas di era Perang Dunia, kunjungan ke Hiroshima ini juga ditujukan sebagai komitmen AS untuk menghapus penggunaan senjata nuklir.

Dalam sebuah wawancara bersama NHK, Barack Obama berbicara mengenai realita sulitnya bagi seorang pemimpin untuk membuat keputusan terutama di masa konflik. “Penting untuk mengakui bahwa di tengah perang, pemimpin harus membuat semua keputusan,” ungkap Barack Obama. “Adalah tugas sejarahwan untuk mempertanyakan hal itu dan mengkajinya.”

Barack Obama menambahkan, “Tetapi saya tahu, sebagai seseorang yang saat ini berada di posisi (sebagai pemimpin) selama tujuh setengah tahun terakhir, bahwa setiap pemimpin membuat keputusan yang sulit, khususnya selama periode perang.”

Hingga kini, keputusan AS untuk menjatuhkan bom di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945 masih direspon berbeda dari sudut pandang dua negara. Bagi Jepang, pemboman yang menewaskan ratusan ribu orang tersebut adalah tragedi kemanusiaan dan tidak bisa dibenarkan.

Sedangkan dari sisi AS, pemboman yang berujung pada menyerahnya Jepang tersebut lebih ditujukan sebagai upaya untuk menghentikan perang. Apakah AS harus meminta maaf atau tidak atas pemboman tersebut pun hingga kini masih menuai polemik.

Setelah sekitar 70 tahun perang berlalu, AS dan Jepang kini mulai membangun masa depan baru. “Saya rasa ini adalah sebuah cerita bahagia ketika dua bekas musuh bisa bersatu untuk membangun persahabatan paling dekat di dunia,” ujar Barack Obama.

Menurut Barack Obama, kunjungannya ke Hiroshima akan dijadikannya sebagai waktu untuk lebih memikirkan potensi jatuhnya korban jiwa di setiap peperangan.

Barack Obama berkata, “Karena saya hanya memiliki beberapa bulan yang tersisa sebagai presiden, saya rasa ini adalah waktu yang baik bagi saya untuk merefleksikan sifat dasar perang. Sebagian dari tujuan saya adalah mengakui bahwa orang-orang tidak bersalah yang terlibat dalam perang bisa sangat menderita.”

“Dan itu bukan hanya hal yang terjadi di masa lalu. Itu juga terjadi hari ini di banyak bagian dunia.”

Sumber: JapanToday

hosting indonesia