Kodansha, penerbit manga Ghost in the Shell memberi respon terkait masalah Scarlett Johansson. Sebagaimana diketahui, pemilihan Johansson untuk memerankan Major Motoko Kusanagi telah menuai banyak reaksi keras.

Hingga kini, banyak yang berharap agar karakter utama tersebut diisi oleh aktris Asia. Untuk meredam kontroversi, tim produksi film baru-baru ini bahkan dikabarkan telah melakukan tes efek visual untuk mengubah etnis Johansson.

Di tengah berbagai gempuran kritik, pihak penerbit Kodansha akhirnya angkat bicara. Sam Yoshiba dari direktur divisi bisnis internasional menyatakan, “Melihat dari karirnya sejauh ini, aku rasa Scarlett Johansson adalah pemain yang baik. Dia memiliki kesan cyberpunk. Dan kami tidak pernah membayangan [karakter Motoko akan diisi oleh] aktris Jepang sejak awal. Ini adalah sebuah kesempatan agar Jepang bisa dilihat oleh seluruh dunia.”

Respon serupa juga diberikan oleh Tetsuya Kataoka, seorang fans manga. Ia berkata, “Jika kau menginginkan pemain Jepang, maka perusahaan Jepang harus membuat film di Jepang.”

Masalah Scarlett Johansson ini belakangan kembali memanas setelah Ghost in the Shell merilis foto pertamanya (di atas) sebagai Major.

Sumber
Arama! Japan: http://aramajapan.com/news/tvmovie/movies/japanese-industry-official-fans-netizens-respond-to-the-ghost-in-the-shell-casting-controversy/57645/

hosting indonesia