Saat duka akibat gempa tengah merundung Prefektur Kumamoto, beberapa netizen tega-teganya menyebar rumor tidak benar. Berita hoax tentang gempa Kumamoto yang telah menelan puluhan korban jiwa justru bermunculan di media sosial.

Gempa dahsyat yang terjadi pada 14 dan 16 April di Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, telah mengundang banyak simpati dunia. Hingga saat ini, gempa yang sempat mencapai 7,3 skala richter tersebut telah merenggut 41 korban jiwa dan lebih dari 1000 orang mengalami luka. Saat ini, korban gempa yang selamat masih merasakan ketakutan akan longsor yang mungkin terjadi pasca hujan deras dan gempa susulan.

Bukannya ikut bersimpati, beberapa orang justru memanfaatkan musibah memilukan tersebut untuk menyebar rumor palsu. Pasca terjadinya gempa di Kumamoto, seorang netizen dengan akun Twitter @Nanahosi1222 (kini sudah dihapus) menyebar kabar bahwa seekor singa telah lepas dari sebuah kebun binatang.

Bersama dengan gambar seekor singa yang berkeliaran di jalan, netizen tak bertanggungjawab tersebut menulis, “Karena gempa bumi, seekor singa kabur dari kebun binatang setempat.” Tweet serupa juga tersebar dengan pesan berisi kabar tentang kaburnya seekor gorilla.

hoax
Berita hoax tentang gempa Kumamoto muncul di Twitter. Seorang netizen membuat kabar tidak benar tentang kaburnya seekor singa.

Rumor tersebut dipastikan tidak benar karena hingga kini tidak ada binatang di kawasan Kyushu yang dilaporkan kabur setelah gempa.

Mari berdoa untuk Kumamoto! Membuat berita hoax tentang gempa Kumamoto seperti ini sungguh bukanlah aksi yang patut untuk ditiru.

Sumber
JapanToday: http://www.japantoday.com/category/national/view/social-media-offer-comfort-confusion-in-quake-aftermath

hosting indonesia