“Hanami” seharusnya bisa menjadi momen berharga untuk menikmati indahnya musim semi. Tetapi, bagi beberapa orang, hanami justru berbuah musibah. Bukan mekarnya sakura yang dinikmati, mereka justru harus dilarikan ke rumah sakit.

Menurut data Tokyo Fire Department, selama perayaan hanami pada 19 Maret – 3  April, lebih dari 100 orang di Tokyo harus menerima perawatan medis di rumah sakit karena konsumsi alkohol yang berlebihan. Dari 104 orang yang mengalami keracunan alkohol, 82 di antaranya adalah pria. Secara spesifik, dari seluruh korban, 40 di antaranya merupakan pria dan wanita berusia 20 tahun-an, 17 orang berusia 30 tahun-an, dan 17 orang berusia 70 tahun-an.

Hanami merupakan tradisi yang telah ada sejak ratusan tahun silam. Secara harfiah, hanami memiliki arti “melihat bunga”. Sama seperti artinya, tradisi ini memang ditujukan untuk menikmati keindahan sakura yang sedang mekar di musim semi. Seiring perkembangannya, hanami kini menjadi tradisi tahunan yang diikuti dengan kegiatan berkumpul dan berpesta, termasuk meminum sake atau alkohol, di bawah pohon sakura.

Kasus keracunan alkohol saat perayaan hanami bukan kali ini saja terjadi. Pada 2012, sebanyak 110 orang di Tokyo harus dilarikan ke rumah sakit karena kasus serupa. Bahkan saat itu, seorang pria berusia 29 tahun yang sedang mabuk berat sempat terjatuh ke Sungai Sumida. Beruntung, nyawanya masih tertolong setelah diselamatkan oleh pengunjung di sekitar sungai.

Sumber
JapanToday: http://www.japantoday.com/category/national/view/104-taken-to-hospital-for-acute-intoxication-during-tokyo-hanami-season
Foto
Japan Info: http://jpninfo.com/4894

hosting indonesia