Pemerintah Jepang membuat sebuah gebrakan baru untuk mengangkat kembali popularitas musik tradisional Jepang. Pada 6 April, sekitar 50 politisi dari partai pemerintah dan oposisi bersatu untuk membentuk sebuah grup. Tujuannya, mereka ingin membangkitkan kembali musik pop lama khas Jepang seperti “enka” dan “kayokyoku”.

Enka dan kayokyoku merupakan genre musik pop tradisional Jepang yang populer sebelum kemunculan J-Pop pada awal 1990-an. Berbeda dengan J-Pop, genre enka dan kayokyoku sama sekali belum tersentuh oleh pengaruh Barat. Seiring perkembangan musik, enka dan kayokyoku sudah hampir dilupakan oleh generasi muda di Jepang.

Toshihiro Nikai, ketua Dewan Umum Liberal Democratic Party (LDP) berkata, “Mari pikirkan bersama apa yang bisa kita lakukan untuk membangkitkan dan merevitalisasi dunia enka dan kayokyoku.”

Selain Nikai, inisiatif untuk membentuk grup ini juga didukung oleh Yoshiaki Takaki dari partai oposisi Democratic Party of Japan, Yoshio Urushibara dari partai Komeito (koalisi LDP), dan Keiji Kokuta dari Japanese Communist Party.

Acara pembentukan grup politisi ini juga turut dihadiri oleh tiga penyanyi enka ternama seperti Ryotaro Sugi, Eiko Segawa dan Joji Yamamoto. Segawa berkata, “Mungkin hanya ada sekelompok kecil orang yang menyukai enka dan kayokyoku, tetapi kami harus tetap bernyanyi dan melakukan usaha lebih. Bagiku, pembentukan grup ini merupakan salah satu hal terbaik yang pernah terjadi.”

Sumber (konten dan foto)
Arama! Japan: http://aramajapan.com/news/japanese-politicians-form-group-to-revive-older-styles-of-pop-music/56974/

hosting indonesia