The Content Overseas Distribution Association (CODA) baru saja merilis data mengenai kerugian yang dialami industri film, anime dan manga Jepang akibat pembajakan di luar negeri. Data yang diposting di website resmi CODA pada 31 Maret tersebut menunjukkan kerugian berlipat ganda akibat distribusi konten tanpa lisensi.

Diperkirakan, kerugian akibat pembajakan di luar Jepang mencapai 288,8 milyar yen (sekitar $2,5 milyar) pada 2014. Angka tersebut dua kali lipat lebih besar dari penjualan melalui distribusi resmi yang hanya mencapai 123,4 milyar yen ($1,1 milyar).

CODA merupakan asosiasi pemegang hak cipta yang didirikan pada 2002 untuk mengurangi pembajakan konten Jepang di seluruh dunia. Atas permintaan dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, CODA melakukan survey terhadap 33 perusahaan member. Total perkiraan kerugian dikalkulasikan dari pendapatan yang diperoleh perusahaan melalui penjualan dengan lisensi resmi di luar negeri. Pada 2014, jumlah penjualan total yang diterima perusahaan mencapai 399,4 milyar yen ($3,5 milyar) sementara total kerugian mencapai 934,8 milyar yen ($8,25 milyar).

Dalam laporannya, CODA menyatakan, “Kami sedang melakukan usaha lebih untuk menerapkan langkah yang lebih efektif dalam melawan pelanggaran hak cipta di luar negeri, [dan kami] juga akan membangun rute distribusi produk yang sah.”

Sumber
Crunchyroll: http://www.crunchyroll.com/anime-news/2016/04/04/damage-caused-by-japanese-film-anime-manga-piracy-amounts-to-25-billion-in-2014

hosting indonesia