Berlokasi di Tokyo, Jinbocho telah memiliki reputasi sebagai “kampung buku bekas” yang berdiri sejak era Perang Dunia. Dengan sekitar 180 toko buku, Jinbocho disebut sebagai kawasan perbelanjaan buku bekas terbesar di Jepang. Di area ini bisa ditemukan berbagai koleksi buku murah dan langka yang dijual dengan harga mulai dari 100 yen.

jimbocho 2

Toko buku di Jinbocho menerima pelajar yang ingin menjual buku mereka untuk membeli buku baru dengan harga terjangkau. Jinbocho menjadi area yang populer bagi mahasiswa karena tempatnya yang berdekatan dengan berbagai universitas seperti Universitas Meiji, Universitas Hosei, Universitas Toyo Gakuen, Universitas Nihon, dan lain-lain.

jimbocho 3

Menurut sejarahnya, seluruh area Jinbocho sempat hancur karena kebakaran hebat pada 1913. Pasca kebakaran, seorang profesor universitas mulai membangun sebuah penerbitan kecil di Jinbocho. Penerbitan tersebut terus berkembang menjadi Iwanami Shoten, salah satu penerbit terbesar di Jepang. Setelah itu, berbagai penerbitan dan toko buku mulai bermunculan disana.

jimbocho 4

Hingga kini, Jinbocho telah menjadi destinasi yang memiliki daya tarik tersendiri bagi penulis, seniman, dan penggemar buku. Jinbocho juga memiliki berbagai kafe yang semakin menambah kenyamanan pengunjung untuk membaca atau mendiskusikan buku. Tidak hanya buku berbahasa Jepang, Jinbocho juga memiliki koleksi buku Inggris, Jerman hingga Perancis sehingga turis asing juga bisa turut menikmati berbelanja di kawasan ini.

jimbocho 5

Sumber (konten dan foto): WAKUWAKU Magazine, Japan Talk

hosting indonesia