Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengungkap targetnya untuk melipatgandakan kunjungan turis asing menjelang 2020. Target baru ini dibuat dengan ekspektasi agar tingginya kunjungan turis bisa memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi Jepang.

Sejak menjabat di akhir 2012, pemerintahan Abe telah menciptakan kebijakan untuk melonggarkan persyaratan visa di berbagai negara Asia. Kebijakan ini berdampak pada naiknya jumlah turis dari Cina. Menurut Japan National Tourism Organization, sepanjang awal 2016, turis Cina mencetak angka kunjungan tertinggi kedua setelah Korea Selatan.

Seiring meningkatnya jumlah turis, Abe berupaya untuk meninjau potensi keuntungan yang lebih besar dari kunjungan turis asing. Terlebih lagi, Tokyo saat ini tengah bersiap menjadi tuan rumah Olimpiade 2020 yang berpeluang mendorong pariwisata internasional. Tingginya konsumsi turis asing diharapkan dapat membantu meningkatkan ekonomi Jepang yang minim konsumsi domestik.

Setelah melakukan pertemuan dengan para menteri, Abe berkata, “Hari ini, kami telah memutuskan visi baru untuk pariwisata. Pariwisata adalah bagian penting dari strategi pertumbuhan ekonomi, revitalisasi ekonomi lokal, dan tujuan kita untuk meningkatkan produksi domestik hingga 600 triliun yen.”

Abe memasang target untuk meraih 40 juta turis ke Jepang, dua kali lipat dari angka kunjungan tahun lalu. Menjelang 2020, Abe menargetkan untuk meraih 8 triliun yen dari konsumsi turis asing.

Sebagai bagian dari strategi, Abe akan mempromosikan berbagai warisan nasional di Jepang. Beberapa waktu lalu, pemerintah Jepang juga dikabarkan tengah menyusun rencana untuk mempromosikan kawasan lokal lainnya agar kunjungan turis tidak hanya terpusat pada destinasi populer seperti Tokyo, Kyoto atau Osaka.

Lebih lanjut, untuk visi 2030, pemerintah Jepang menargetkan untuk meraih kunjungan 60 juta turis asing dan 15 triliun yen dari konsumsi turis.

Sumber: JapanToday

hosting indonesia