hackerPada 20 Februari, sebuah survey yang dilakukan oleh institute pemerintah mengungkap hasil mengejutkan mengenai cyberattacks (kejahatan cyber/internet). Jepang mencetak rekor dengan terdeteksinya 54.51 milyar cyberattack pada 2015, dua kali lipat lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Tingginya angka cyberattack diakibatkan banyak hacker yang mengambil alih kontrol sistem non-komputer seperti kamera keamanan untuk membangun komunikasi mereka.

National Institue of Information and Communications Technology (NICT) menggunakan sekitar 280.000 sensor untuk mendeteksi kejahatan cyber, termasuk yang menargetkan sistem kontrol terpencil yang terhubung ke internet dan memeriksa kerentanan software yang digunakan pada server.

Berdasarkan alamat Internet Protocol (IP) yang terlacak, pelaku cyberattack paling banyak berasal dari Cina dengan persentase 30%, dan diikuti oleh Amerika Serikat sebanyak 20%.

Daisuke Inoue dari NICT mengatakan akan terjadi peningkatan risiko cyberattack pada segala sesuatu yang terhubung ke internet dan upaya pertahanan terhadap serangan tersebut harus didukung. Segala sesuatu dari peralatan rumah tangga, smartphone, dan perangkat lainnya berpotensi dikontrol dari jarak jauh dan dimanfaatkan untuk mengumpulkan atau menukar data.

Sumber: JapanToday

hosting indonesia