forestJepang akan mengunggah hasil citra satelit untuk menunjukkan kawasan hutan yang terancam oleh penebangan liar. Rencana Jepang ini ditujukan sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi pemanasan global.

Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) berencana untuk merilis data secara online mulai bulan Agustus. Informasi tersebut diharapkan dapat berguna bagi negara-negara di Asia Tenggara, Afrika dan Amerika Selatan yang tengah berjuang untuk melawan penebangan hutan liar. Kawasan yang mendominasi separuh area hutan dunia tersebut terancam oleh banyaknya praktik pembalakan liar.

Masanobu Shimada, seorang peneliti senior JAXA, berkata, “Hutan harus dilindungi bagaimanapun caranya untuk mengatasi pemanasan global. Jepang bisa memberi kontribusi dengan melakukan pemantauan hutan melalui satelit.”

Proyek bernilai 500 juta yen ini mencakup satelit Daichi-2 milik JAXA yang telah diluncurkan pada Mei 2014. Satelit ini mampu memonitor hutan sepanjang waktu terlepas dari bagaimanapun kondisi cuaca. Data dari Daichi-2 juga telah banyak dimanfaatkan untuk memeriksa kondisi wilayah yang dilanda bencana alam.

Hasil citra satelit Daichi-2 yang akan diunggah nantinya dapat menunjukkan aktivitas penebangan hutan di wilayah katulistiwa yang umumnya sulit terdeteksi.

Sebelum Daichi-2, satelit pertama Daichi telah mampu mendeteksi lebih dari 2000 penebangan hutan liar di hutan Amazon sepanjang 2009 hingga 2013.

Sumber: The Asahi Shimbun

hosting indonesia