Regina Angelina JKT48 meninggalkan sejenak hingar-bingar aktivitasnya sebagai idol. Ia menepi selama empat hari tiga malam ke sebuah desa kecil di Yogyakarta. Menurut cuitannya di Twitter, kedatangan Gina di Yogyakarta tidak lain adalah untuk kegiatan live in yang diadakan sekolahnya.

Rumah pengrajin gerabah dan tukang kayu menjadi tempat tinggal Gina dan teman-temannya untuk sementara. Dengan pakaian sederhana, Gina menjalani hari-hari layaknya orang-orang di pedesaan. Tidak ada show teater atau tampil di televisi. Membuat pincuk, pergi ke sawah, dan memetik lombok menjadi aktivitas barunya.

Image: Twitter/regina_JKT48

Tinggal sebentar di desa membuat Gina mendapat banyak pelajaran dan nilai kehidupan. Mengetahui pegalnya membuat pincuk dan lamanya proses beras menjadi nasi menyadarkannya untuk selalu menghargai segala sesuatu.

“1 pincuk dihargai seribu. Buatnya itu pegel, puyeng banget, dan butuh kesabaran. Ini membuktikan bahwa nyari uang itu susah. Aku bikin pincuk yang aku pegang itu sekitar 1 jam. Ibunya udah dapet 4 biji tapi dari sini aku belajar supaya menghargai uang,” kata Gina di Twitter @regina_JKT48.

Image: Twitter/regina_JKT48

Hari perpisahan itu pun tiba. Gina harus pamit kembali ke Jakarta. Meski baru mengenal beberapa hari saja, kepulangan mereka sudah membuat para embah disana sedih. Mereka bahkan diminta untuk tinggal satu bulan lebih lama lagi.

“Pas pulang mbah-mbah nyaa pada nangis gara-gara perginya cepet banget katanya 4 hari 3 malem masih kurang, sepi lagi deh di rumah,” ungkap Gina di Instagram.

Kebahagiaan memang bisa saja datang dari hal yang kelihatannya sederhana. Ini yang rupanya dirasakan Gina selama di Yogyakarta. “Nggak semua kebahagiaan bisa dibeli pakai uang,” tulis Gina di salah satu tweet-nya.

Image: Twitter/regina_JKT48

hosting indonesia